Jenis-Jenis Sudut Pengambilan Gambar | Seni Videografi & Fotografi

Seni videografi dan fotografi sangatlah menarik untuk dipelajari. Adapun orang yang mengatakah bahwa satu foto / video itu mempunyai ribuan arti / makna. Akan tetapi, foto / video tersebut nggak akan menghasilkan sebuah makna yang dalam jika Anda belum memahami jenis – jenis pengambilan gambar yang dasar.  Kata “angle” sudah umum dan tidak asing lagi bagi para pemula. Mereka hanya tidak tahu posisi yang benar dari sudut pengambilan gambar yang harus diterapkan pada videografi ataupun fotografi.

Jika Anda ingin memahami jenis-jenis sudut pengambilan gambar harus dibutuhkan feeling dan kepekaan yang bagus. Anda juga harus mempelajari jenis-jenis angle shot dan Anda wajib memahami dan mempraktikkan jenis-jenis sudut dalam pengambilan gambar sesering mungkin. Apabila Anda sudah terbiasa maka dapat meningkatkan feeling Anda pada sebuah sudut pandang gambar.

Dalam pembuatan sebuah film / video shot adalah suatu hal yang penting. Shot yang baik yaitu telah mempersiapkan konsep sejak sesuai dengan kebutuhannya. Artikel kali ini kita akan bahas jenis – jenis angle shot yang Anda perlu pahami seperti angle kamera, shot types dan rules of framing. Dibawah ini kita bahas mengenai jenis – jenis angle shot.

 

Eye Level

Relevan dengan namanya, jenis shot ini memang mengambil gambar dari sudut pandang yang sejajar dengan mata pada objek gambar. Ukuran dan tinggi pada objek akan nampak sama dengan subjek, maka dari itu jenis angle ini biasa disebut sudut normal. Jenis sudut ini adalah pengambilan gambar bersifat netral maka disebut Normal Angle. Pada angle ini tinggi pada kamera saat shot harus sama sejajar dengan subjek yang dibidik. Jika mengambil gambar orang maka bagian tubuh yang menjadi tolak ikur adalah mensejajarkan bidikan kamera dengan posisi kepala.

Baca Juga : Cara Membuat Video Lebih Cinematic

Frog Eye

Jenis sudut ini mengambil gambar dengan posisi kamera yang sejajar dengan bagian bawah objek. Dan menghasilkan gambar yang nampak membesar dan mempunyai kesan agung dan subjek pengambil gambar akan menjadi kecil. Angle shot ini tingkat kesulitannya lebih extreme karena kamera hampir saja menyentuh tanah.

 

High Angle

Pengambilan gambar ini posisi yang lebih tinggi dari objek gambar. Maka, objek akan nampak kecil, dan memiliki kesan dramatis dan intimidatif. Jika Anda ingin menggunakan sudut ini, untuk mengambil gambar seseorang maka posisi sorot kamera harus lebih tinggi dari posisi kepala orang tersebut. Dan gambar yang dihasilkan, kepala akan terlihat lebih besar dan besar badan akan mengecil hingga kaki dan meruncing.

 

Low Angle

Pengambilan gambar dengan cara menggunakan sudut bagian bawah objek yang menampilkan kesan objek membesar. Angle ini merupakan kebalikan High Angle, sudut pengambilan gambar yang rendah dan apabila dipakai untuk mengambil gambar seseorang maka tingginya bidikan kamera harus rendah dari kepala orang itu. Hasil foto adalah kebalikannya dari High Angle, yaiut bagian kaki membesar dan pada bagian kepala mengecil.

Bird Eye

Gambar yang diambil dengan posisi angle ini akan menunjukkan pengambilan gambar dari ketinggian. Pengambilan gambar ini dilakukan di tempat yang sangat tinggi, seperti contoh video / foto yang menunjukkan seluruh isi kota, kendaraan, aktivitas di jalan, dan gedung-gedung tinggi, seakan merupakan sudut pandang dari burung yang lagi terbang  di udara. Gambar yang dihasilkan akan menampilkan lingkungan sekitar secara lebih luas dan semua benda yang ada dilingkungan berukuran sangat kecil.

Sudut Pandang / Framing

Bila Anda mengambil gambar, Anda perlu menentukan sudut pandang atau framing supaya objek yang disajikan hasilnya akan lebih bagus dan indah. Framing adalah suatu tahapan pengambilan gambar dan Anda harus menentukan luas bidang pandangan pada suatu objek utama dan objek yang lainnya yang berhubungan dengan latar belakang. Macam – macam framing dibawah ini.

Extreme Long Shot (ELS)

Extreme Long Shot adalah sudut pengambilan gambar menyesuaikan ukuran yang pas / semua objek akan terlihat semuanya dalam 1 frame. Shot dari jarak yang jauh dan menyajikan bidang yang lumayan luas, kamera mengambil objek secara menyeluruh. Objek gambar terlihat sangat kecil dan latar belakangnya terlihat sangat luas.

 

Medium Long Shot (MLS)

Sudut pandang ini hanya mengambil beberapa bagian dari objek saja. Semisal, jika objek itu adalah seseorang, maka yang Anda ambil hanyalah bagian atas rambut hingga lutut saja atau boleh juga Anda ambil bagian perut hingga atas rambut. Objek seorang manusia pada umumnya ditampilkan dari mulai atas pinggang sampai atas kepala dalam sudut ini. Background dan objek juga terlihat sebanding.

 

Medium Shot (MS)

Medium Shot hampir mirip dengan medium long shot. Tapi, ruang cakupan lebih terbatas, tidak seperti medium long shot yang cakupannya lumayan luas, cakupan dari sudut medium shot ada di bagian bagian perut hingga atas rambut. Jenis ini tidaklah berbeda jauh dari medium long shot perbedaannya adalah kalau medium shoot agak lebih dekat. Intinya adalah mengambil gambar dari perut atau pusar sampai ke atas kepala.

 

Medium Close Up (MCU)

Sudut ini mempunyai tujuan yaitu mempertegas gambaran pada profil seseorang. Pada umumnya, gambar yang di ambil mulai dari dada hingga atas kepala dan rambut. Biasanya dapat ditemukan di pas foto. Medium close up biasanya digunakan dalam di dunia perfilman.

 

Close Up (CU)

Sudut close up biasanya digunakan untuk menampilkan objek secara tertentu / khusus. Pada umumnya, close up digunakan untuk menyampaikan makna dari sebuah gambar agar lebih mudah tersampaikan. Titik objek menjadi perhatian utama dalam shot ini dan background akan terlihat kurang dominan. Seseorang biasanya ditampilkan pada bagian kepala hingga bahu saja.

 

Big Close Up (BCU)

Biasanya, sudut ini dipakai untuk menunjukkan ekspresi dari objek gambar. Sudut ini digunakan bertujuan supaya objek terlihat nampak lebih jelas. Bagian yang terlihat adalah hanya kepala hingga dagu saja. Menampilkan bagian tertentu dari badan manusia sehingga layar terisi oleh objek dan terlihat sangat detail.

Baca Juga: Tips Belajar Videografi Sederhana yang Baik dan Benar

 

Extreme Close Up (ECU)

Pada sudut ini, biasa digunakan untuk mengambil objek – objek dengan menampakkan detailnya, seperti benda kecil, bagian mata atau bunga. Sudut ini benar – benar menunjukkan sisi yang di inginkan. Shot yang menunjukkan bgian tertentu dari sebuah objek dengan sangat detail yang memenuhi layar.

 

 

Ya, itulah jenis – jenis pengambilan gambar yang mungkin bisa Anda coba praktikkan saat membuat ingin video. Selamat mencoba! Semoga sukses!

 

Sekian dulu artikel pada kali ini mengenai jenis-jenis pengambilan gambar dalam dunia videografi atau fotografi. Semoga bermanfaat! ^_^ Terima kasih!