Pengertian Vlog yang Harus Anda Ketahui | Youtuber Pemula

Dunia industri digital saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring berjalannya waktu. Muncul banyaknya pekerjaan baru dengan sisi penggunaan media digital untuk membuat konten, dalam bentuk teks ataupun video. Nah, kali ini kami akan bahas tentang Vlog, apa itu Vlog? Vlog adalah jenis pekerjaan yang banyak diminati oleh para content creator, Vlog banyak di unggah di Channel Youtube.

Vlog merupakan singkatan dari Video Blogging, vlog masih bisa disebut dari televisi internet. Anda dapat membuat vlog dengan menggabungkan beberapa rekaman kedalam satu gambar dan memadukannya dengan audio, dengan menggunakan software editing sehingga menjadi suatu video vlog yang padu.

Vlog 

 

Vlog adalah sebuah blog, disitu terdapat konten berbentuk video dan nantinya akan diupload melalui situs kanal YouTube atau channel YouTube. Orang yang membuat konten seperti ini biasa disebut vlogger.

Jika Anda ingin membuat vlog, Anda harus melakukan beberapa tahapan khusus, yaitu mulai dari tahap pra produksi, produksi, dan pasca produksi. Nah, Anda dapat membuat konten yang bermacam-macam, sesuai kebutuhan dari Channel YouTube Anda.

Saat ini, konten video yang paling banyak diminati content creator adalah di bidang, tutorial, pendidikan, komedi, gaming dan podcast. Durasi pada video dapat Anda sesuaikan sendiri, menyesuaikan dengan kebutuhan Anda. Biasanya durasi video vlog biasanya diantara  10 sampai 15 menit.

Baca Juga : Cara Membuat Video Terlihat Cinematic

Sejarah Vlog (Video Blogging)

 

Vlog berawal pada saat tahun 2000 seseorang bernama Adam Kontras mengupload satu video di situs blog pribadi miliknya. Dan pada tahun yang sama, seseorang yang bernama Adrian Miles juga mengunggah video dan file video tersebut dia namai dengan sebutan video blog / vlog. Kemudian, pada tahun 2004 seorang vlogger bernama Steve Garfield mempublikasikan video blog miliknya sendiri dan hal itu menjadi sangat  populer dikalangan masyarakat dan Youtube saat itu menjadi salah satu video website yang paling banyak dikunjungi.

Beberapa tahun belakangan ini, video vlog saat ini banyak bermunculan di YouTube. Vlog sudah menjadi tempat umum untuk mengekpresikan diri Anda sendiri maupun orang lain. Orang yang membuat video itu bisa mengontrol konten yang ditayangkan. Hal ini sebenarnya tidak terlalu beda dengan blog pada umumnya. Akan tetapi, yang menjadi perbedaannya yaitu cara penyampaian serta media yang dipakai dalam menyampaikan isi blog itu. Bila blog pada umumnya, disampaikan dalam bentuk teks dan narasi yang dibaca vlog disampaikan dalam bentuk video yang di kemas lebih menarik. Vlog mulai populer pada awal tahun 2005. Pada saat itu lahirlah situs YouTube sebagai media video sharing.

Di Indonesia, vlog cukup berkembang pesat di setiap tahunnya, ada beberapa YouTubers yang mempunyai konten berupa video. Awal mula vlog di Indonesia adalah pada tahun 2009 seorang artis bernama Marshanda yang menceritakan masalah pribadinya dan mengeluh tentang teman-temannya yang membully dirinya.

Jenis–Jenis Vlog

 

Sebelum Anda membuat konten vlogging, anda harus tahu jenis-jenis vlog yang biasa digunakan oleh vlogger.

1. Talking A Head

Vlog ini biasanya berisi satu orang saja yang melakukan percakapan di depan kamera secara langsung dan menampilkan kepala dan setengah badan saja. Umumnya, konten ini disajikan yang merupakan pendapat yang dibuat oleh content creator itu sendiri.

Jika Anda ingin membuat vlog jenis ini, Anda harus mempersiapkan beberapa hal penting dahulu, siapkan alat seperti tripod, kamera atau smartphone, dan siapkan pencahayaan yang mendukung, agar enak ditonton. Beberapa content creator saat ini juga banyak menggunakan jenis vlog yang satu ini.

2. Reality

Jenis vlog ini biasa digunakan oleh para traveler yang mempunyai hobi untuk jalan-jalan atau liburan menjelajahi bermacam-macam tempat wisata yang unik dan menarik. Durasi  video lebih lama dan tingkat kesulitan  pengambilan video ini lumayan sulit,  yang harus Anda perlu persiapkan adalah gunakan microphone supaya audio yang dihasilkan terdengar dengan jelas dan jernih.

Gunakanlah video image stabilizer, karena ini sangatlah penting agar pengambilan gambar video lebih bagus tidak goyang. Vlog jenis ini sering dilakukan di luar ruangan sehingga tidak ada batasan tempat dan ruang untuk mengerjakan sesuatu.

3. How-To

Jenis yang terakhir yaitu How-To, jenis vlog ini banyak digunakan para reviewer atau vlogger. Konten ini memberikan rasa edukatif dan menarik. Video ini berisi konten tips, tutorial, dan cara untuk menggunakan alat atau bahan.

Proses pengambilan video lumayan cukup sulit, karena Anda harus memperhatikan angle kamera, pencahayaan, sudut, script, dan alat peraga. Seperti contoh, vlog How-To tutorial memasak, membuat kue, tips & trik fotografi, dan masih banyak lagi.

 

Langkah Membuat Konten Video

 

1. Persiapkan Tool Untuk Membuat Video

Hal pertama yang harus Anda persiapkan dahulu yaitu mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat konten video. Anda bisa menggunakan perangkat seperti laptop, PC, smartphone dan tablet. Anda juga harus mengedit video Anda agar lebih menarik untuk ditonton, untuk softwarenya Anda bisa menggunakan Adobe Premiere Pro, Filmora, Corel VideoStudio, Camtasia, Adobe After Effects dan masih banyak lagi

Baca Juga : Rekomendasi Software Editing Video di PC/Laptop

2. Melakukan Optimasi Channel Youtube

Saat ini, sebanyak 300 jam video telah berhasil di unggah melalui channel YouTube. Tetapi ada banyak juga video yang diabaikan dan masih belum optimal di mesin pencarian YouTube. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi algoritma dari YouTube dan Google. Hal pertama, yang wajib Anda lakukan yaitu aktif dalam mengupload mengunggah bermacam-macam konten video secara rajin di channel YouTube Anda.

Selanjutnya, Anda harus memastikan resolusi dan kualitas video yang bagus dan enak ditonton. Anda harus melakukan proses shooting dengan format HD (High Definition). Dan jangan lupa lakukan kata riset kata kunci (keyword) supaya konten yang Anda buat sudah tepat sasaran dan lagi trend jaman ini.

Langkah terakhir adalah, Anda harus mengumpulkan subscriber sebanyak mungkin. Hal ini bertujuan untuk meningkat engagemen dan trafik yang dihasilkan dari konten Anda. Jika subscriber Anda sudah banyak, hal ini tentu dapat berpengaruh untuk mengoptimalkan channel YouTube.

Baca Juga : Cara SEO Untuk YouTube Sebuah Cara Untuk Anda

3. Lakukan Optimasi Pada Metadata Video

Metadata adalah informasi yang berhubungan dengan video Anda agar YouTube dapat terbantu mengetahui isi dari video yang Anda buat. Elemen yang terdapat di dalam metadata antara lain, adalah deksripsi, judul, thumbnail, tag, dan anotasi. Anda harus memastikan untuk mengisi setiap metada dengan memasukkan kata kunci konten Anda.

4. Meningkatkan Viewer Action

Apabila Anda ingin mendapatkan konten secara organik, Anda harus memiliki subscriber yang melakukan banyak aksi, semisal, subscribe, komentar, like, dan membagikan ke media sosial. Anda juga perlu untuk mengajak subscriber Anda supaya menyukai, dan memberikan komentar pada konten Anda. Jika konten Anda menarik dan bermanfaat, pasti penonton Anda akan menekan tombol subscribe dan like video Anda.

5. Buatlah Thumbnail dan Anotasi

Buatlah sebuah thumbnail yang menarik, hal ini sangat diperlukan untuk menarik para peminat penonton untuk mengunjungi channel dan menonton konten Anda. Dengan membuat thumbnail yang menarik, dapat menarik untuk ditonton. User akan melihat thumbnail Anda dan mereka akan tertarik dengan konten Anda. Dan Anda harus membuat thumbnail sesuai dan cocok dengan konten video Anda.

Selanjutnya, anotasi teks adalah teks yang Anda tambahkan pada bagian atas video. Supaya penonton Anda mensubscribe channel YouTube Anda.

 

Itulah artikel kami kali ini, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda. Jangan lupa share ke medsos kalian, Terima Kasih!

Follow Kami :

Instagram : @ririsaci

Facebook : CV. Ririsaci Media