Tips dan Trik Membuat Video Cinematic

trik-dan-tips-membuat-video-cinematic

Usaha konten kreator adalah karir yang cukup digemari di era saat ini. Diantaranya adalah video yang memiliki konten atau pesan didalamnya.

Dunia sosial media yang menampilkan konten berbagi video seperti TikTok, Youtube, dan Instagram, sangat begitu diminati saat ini.

Mengapa bisa demikian?

Untuk mendapatkan informasi dan hiburan, banyak orang menyukai tampilan video daripada melihat tulisan yang sangat banyak.

Karena itulah konten video dapat menjadi pilihan media yang boleh jadi platform yang populer, entah itu sebagai kebutuhan memasarkan produk atau jasa, ataupun personal branding.

Berikut ini beberapa cara membuat video lebih cinematic dan terlihat profesional.

1. Fokuskan gambar ke subjek, background lebih bokeh.

Efek blur dapat memperindah gambar video kamu. Dengan trik ini, fokus kamera akan ke subjek, dengan begitu tampilan belakang subjek menjadi terlihat bokeh.

Pada ilustrasi diatas, cara pengambilan rule of thirds masih perlu diperhatikan. Jadi gambar yang diambil perlu di posisi tengah gambar. Oleh karena itu, subjek harus berada diposisi pada 4 titik didalam situasi tertentu.

Efek blur yang bagus dapat kita ambil dari kamera tipe DSLR. Tapi dijaman sekarang ini, kamera tipe mirrorless sudah bisa membuat efek blur yang indah. Apalagi, teknologi smartphone saat ini sudah mampu menghasilkan efek blur pada kameranya.

2. Tempatkan subjek di tengah gambar video.

Saat mengambil gambar, penempatan subjek pastikan berada diposisi frame tengah. Ataupun, tempatkan subjek pada 4 titik sesuai ilustrasi di atas.

Cara ini, disebut “Rule of Thirds” dalam fotografi. Kenapa? Ini agar videomu nyaman dilihat, dan yang menonton videomu menjadi lebih tersampaikan oleh video yang kita sampaikan.

3. Pencahayaan yang baik, fokus dan merata.

Pastikan bisa dapat pencahayaan yang bagus.Setting metering mode di kamera supaya dapat mengambil tampilan gambar yang baik dan rata.

Cahaya yang masuk pastikan jangan berlebihan / over. Sehingga cahaya terlalu terang dan tak nampak dikamera. Kecuali ada situasi di saat tertentu, semisal foto, bisa jadi boleh saja. Kecuali untuk video, bisa lebih bagus semisal semua tampilan belakang mampu masuk ke frame buat menyesuaikan komposisi yang baik.

4. Pakai slider / camera movement.

Teknik gerakan kamera juga dapat kita tambahkan di video agar tampak menarik dan smooth ( tidak kaku ). Gak harus lihat langsung di kamera, melalui aplikasi editing kita juga bisa menambahkannya.

Keunggulannya adalah, gerakan kamera kita bisa menentukan sesuai selera kita, dan gerakannya akan nampak lebih presisi dan smooth.

5. Tambahkan Cinema Bar (Black Bar).

Cinema bar atau black bar adalah garis hitam yang terletak di atas dan bawah didalam sebuah video. Biasanya garis bar hitam ini sering kita lihat pada video / film cinematic.

7. Memakai Slow Motion.

Untuk memperlambat video menggunakan Slow Motion.  Kita dapat melihat detail gerakan objek di video dengan Slow Motion.

Untuk memakai slow motion, pada saat sebelum merekam, frame rate harus minimal terendah 60 fps. Kalo tinggi fps-nya, akan semakin smooth gerakan lambatnya (Slow Motion).

8. Menggunakan Stabilizer.

Inilah satu faktor yang penting dalam membuat video / film cinematic. Usahakan video harus stabil dari keguncangan supaya  lebih terlihat profesional.

Karena itu, dibutuhkan alat bernama “gimbal” yang dibutuhkan di sini. Menggunakan alat ini, video akan tetap smooth dari keguncangan walaupun kamu merecordnya sambil bergerak kesana kemari.

                                                            Penutup

Ngomongin soal cinematic, sebenarnya tidak hanya mengacu pada tampilan visual saja, melainkan ada juga komposisi lain yang menjadi unsur pelengkap. Semisal tentang bagaimana jalan cerita di dalam video, dan juga pesan moral yang ingin disampaikan agar video tersebut menjadi lebih berarti.

 

 

Jasa pembuatan video cinematic, Risisaci Studio hubungi: 0857-4822-6395